Mira's Cerebrum

thoughts. insanity. love. you
True that. 

True that. 

Lilium. 

Lilium. 

Kacamata

Pas mudik kemarin, salah satu ponakan perempuan saya yang kelas 3 SD kepingin banget pakai kacamata, karena sepupu dia yang seumuran memakai kacamata dan menurut dia kelihatan keren. Ponakan perempuan saya ini unyunya minta ampu,  fashionista tapi tomboy, ramah tapi galak, cerewet tapi kadang cengeng. Jadilah dia merengek-rengek ke papanya minta dibeliin kacamata. Bapaknya aja yangjadi  stress karena harga framegaya-gayaan yang dia minta itu ratusan ribu rupiah.

Jadi ingat waktu saya masih SD dulu, walaupun saya nggak pengen pake kacamata, tapi menurut saya teman-teman yang pakai kacamata itu adalah anak pintar dan keren…

Ada teman SD saya yang cantik dan menggunakan kacamata dengan frame besar. Dia memang cantik, plus keren banget karena dia bisa menaikan kacamatanya kalau merosot hanya dengan menggerakan pipi dan hidungnya. Menurut saya itu adalah hal terkeren yang anak SD bisa lakukan. Sampai sekarang saya masih berpikir itu keren, karena saya masih gak bisa melakukannya.

Ketika SMP saya disuruh bu dokter mata pakai kacamata. Rasanya sedikit malu memakai kacamata, apalagi saya tidak tergolong anak-anak cerdas,s ebaliknya saya malah termasuk trouble maker, preman.  Gak kece banget kan, masa’ preman pake kacamata… Dan saat itu ada semacam aturan tak tertulis bahwa anak yang memakai kacamata pasti anak pintar kesayangan guru. Akhirnya saya pun malas-malasan memakai kacamata, karena keliatan gak keren, tetapi… Saya suka melihat orang berkacamata.  Bisa dilihat dari sejarah cowok-cowok yang saya suka, mantan-mantan saya (itu bisa ditanyakan ke ibu saya), dan sekarang suami saya pun berkacamata. Saya sih gak bilang ke dia kalau saya pertama kali jatuh cinta sama dia ketika dia datang ke rumah dengan kacamata minusnya dan dia terlihat seperti ‘nerd’, beneran kayak pak dosen ganteng gitu deh… bikin saya jadi deg-deg an takut dikasi nilai E.

Sekarang ini, minus di kacamata saya semakin bertambah, tentu saja lensanya jadi semakin tebal dan selain itu ada bekas kacamata di hidung saya yang membuat saya jadi gak kece lagi. Makin malas lah saya pake kacamata, pengennya sih dilasik, tapi ngeri, akhirnya saya berpaling ke softlens. Apalagi sekarang softlens warnanya lucu-lucu dan harganya lumayan miring, malah kalau dipikir-pikir lebih murah beli softlens daripada beli kacamata.

Suatu hari waktu saya lagi nunggu bajaj di halte busway ada ibu-ibu yang lumayan berumur memberi saya wejangan yang panjaaaaaannng banget tentang bahaya memakai softlens, apalagi softlens warna warni yang untuk gaya-gayaan, intinya kalau mata saya sehat kenapa harus pake softlens. Si ibu ya gak tau lah kalau saya ini sebenarnya sakit mata, jadi saya iyain aja si ibu biar cepet.

Si ibu bener sih, saya baca dimana gitu, gak boleh terus-terusan pake softlens karena mata juga perlu oksigen. Saya masih kok pake kacamata saya yang berlensa tebal itu, melihat kelakuan saya setiap hari yang selalu terlambat, saya tidak akan sempat memakai softlens yang penggunaannya harus berhati-hati. Biasanya saya langsung samber kacamata aja, pluk, nyangkut di idung, langsung berangkat.

Dan sebenarnya… Saya pake softlens bukan karena mau gaya-gayan mata saya jadi warna warni, saya lebih suka yang bening kok… Tapi alasan utamanya adalah supaya saya bisa pakai sunglasses lucu-lucu yang suka diobral di ITC. Tapi andaikan saya jelaskan itu ke ibu-ibu tadi, apalagi ke ponakan saya… ya… jadi lamaa… bajaj nya udah keburu dateng deh :)

 

Scribble scribble… #tayasuisketches

Scribble scribble… #tayasuisketches

Muslims are brothers, therefore make peace between the two brothers and fear Allah that the mercy may be shown to you.

'O believers! Let not the men scoff at the men, perchance they may be better than those who scoff, and nor the women at other women, perchance that they may be better than those women who scoff, and do not taunt one another and nor call one another by nicknames. What a bad name is, to be called a disobedient after being a Muslim, and those who repent not, they are the unjust.

'O believers! Avoid most suspicions, verily some suspicion is a sin and do not look out for faults and do not backbite one another. Would any of you like to eat the flesh of his dead brother? You would abominate it. And fear Allah, Verily Allah is Oft Returning, Merciful.

—QS 49 : 10-12

Cerebrum Poke

Two good news from two best friends at the same time, I am totally proud of them, they finally got what they have been dreaming of. They have accomplished their dream, and ready for bigger dreams.

Now I look at my self? Have I accomplished my goal in life? My cita-cita that is…. Maybe it’s kinda weird, for someone my age still has a cita-cita, I am not a little kid anymore, I should know what I want to do. While many have accomplished what they have been dreaming since they were kids, I stay in place, still not brave enough to take the first step. Not because I am already feeling too comfortable, but I feel that everyone else is happy seeing me the way I am now. Not necessarily my happiness but everyone else’s for sure, and what can be greater than seeing other people happy because of you?

Try to keep that in my mind, While I keep smiling, keep trying, keep praying. ^^v

Cats.
Using Tayasui Sketches, I was trying out my fingers. Wondering if they still function well.

I think they’re cute.  Let me know if you think they’re cute too. :3

Jadi lo goblok atau kafir?

—A friend who decided not to vote