Mira's Cerebrum

thoughts. insanity. love. you

Muslims are brothers, therefore make peace between the two brothers and fear Allah that the mercy may be shown to you.

'O believers! Let not the men scoff at the men, perchance they may be better than those who scoff, and nor the women at other women, perchance that they may be better than those women who scoff, and do not taunt one another and nor call one another by nicknames. What a bad name is, to be called a disobedient after being a Muslim, and those who repent not, they are the unjust.

'O believers! Avoid most suspicions, verily some suspicion is a sin and do not look out for faults and do not backbite one another. Would any of you like to eat the flesh of his dead brother? You would abominate it. And fear Allah, Verily Allah is Oft Returning, Merciful.

—QS 49 : 10-12

Cerebrum Poke

Two good news from two best friends at the same time, I am totally proud of them, they finally got what they have been dreaming of. They have accomplished their dream, and ready for bigger dreams.

Now I look at my self? Have I accomplished my goal in life? My cita-cita that is…. Maybe it’s kinda weird, for someone my age still has a cita-cita, I am not a little kid anymore, I should know what I want to do. While many have accomplished what they have been dreaming since they were kids, I stay in place, still not brave enough to take the first step. Not because I am already feeling too comfortable, but I feel that everyone else is happy seeing me the way I am now. Not necessarily my happiness but everyone else’s for sure, and what can be greater than seeing other people happy because of you?

Try to keep that in my mind, While I keep smiling, keep trying, keep praying. ^^v

Cats.
Using Tayasui Sketches, I was trying out my fingers. Wondering if they still function well.

I think they’re cute.  Let me know if you think they’re cute too. :3

Jadi lo goblok atau kafir?

—A friend who decided not to vote

Debat Debit Copras Capres

Dalam sebulan terakhir timeline saya udah dikotorin dengan berbagai macam kampanye presiden. Ngerti sih ini sesuatu yang harus dirayakan, lima taun sekali lhooo… sama kayak Piala Dunia. Cuma bedanya kalo Piala Dunia kagak pake yang judulnya debat.

Kemarin malam saya memutuskan untuk main game online sambil sesekali baca TL Twitter saya. Saya mah anti main stream, males nonton debat capres, karena takutnya saya malah jadi bete, trus galau, trus bikin kue, trus makan, trus gendut… panjang kan efeknya

Yang mau saya bahas itu, pemahaman debat di mata orang pada umumnya. Debat itu, menurut saya, adalah seni mempertahankan opini tanpa harus menyerang secara pribadi dan tanpa harus menggunakan emosi. Ini bukan masalah benar dan salah, tapi masalah bagaimana menyampaikan pendapat.

Dalam kurikulum pendidikan kita, sepertinya debat jarang dimasukan ke dalam cara pembelajaran. Atau mungkin gurunya takut setelah debat murid2nya pada tawuran(?) Padahal berlatih debat itu bagus untuk melatih emosi, bukan sebaliknya, setelah debat malah pada jadi emosian.

Sebagai seseorang yang sempet icip2 belajar di negara laen, dan pernah dilulusin dari jurusan komunikasi, plus di diklat selama sebulan untuk belajar berkomunikasi dengan baik. Saya gak pernah suka dengan cara menilai perdebatan di Indonesia.

Pertama, pertanyaan yang dilempar biasanya lebih mirip sesi tanya jawab, gak jauh beda dengan interview, dimana semua orang udah tau jawaban yang benar apa. Ini bukan pertanyaan menanyakan opini, tapi lebih ke pertanyaan yang “kamu tau gak jawabannya sesuai undang-undang” Ini sebenernya debat atau Ujian Nasional? —”

Contoh: “Pak Bebek, apakah menurut bapak, koruptor melakukan kesalahan?”

Pak Bebek: “Ya. Sekian dan terima amplop.”

-_-“

Kedua, entah orang Indonesia ini kelamaan ditindas atau keseringan nonton lawakan slapstik gak mutu? Hobi banget ketika menjawab pertanyaan dengan menyerang pribadi lawan. Ilmunya selalu sama, naikin nada suara, serang pribadi, sindir sindir ketus, yang penting lawan udah down dulu, kalau perlu takut sama kita. Kenapa harus nakutin lawan, apakah untuk membuat opini kita tersampaikan harus dengan ancaman dan sindiran? 

Contoh:

"Menurut pak Ayam, apakah suku ayam lebih baik daripada suku bebek?"

Pak Ayam: “Sudah pasti ayam lebih baik daripada bebek, inget kan bebek dipotong trus masak di kuali?? itu pantat kuali kotornya minta ampun, belum lagi kalau bebek angsa,lehernya panjang, emang dia pikiri dia itu jerapah?” 

Kenapa pak Ayam gak menjelaskan aja tentang kelebihan suku ayam?? Why?? whyy???

Ketiga, peserta debat gak bisa nahan emosi. Ada beberapa kali waktu, saya nonton debat cagub, salah satu kandidat nya itu kalau ngomong gak liat waktu, berapi-api, intonasinya tinggi banget, kayak  Herannya, orang kita ini, ngeliat kayak gitu dibilang hebat. Lah apanya yang hebat? Ini salahnya, debat itu bisa menyampaikan opini tanpa emosi. Ini kan adu otak bukan adu otot. Istilahnya adu tinggi2an IQ bukan tinggi2an tensi hehehe… :)

Gak usah pake contoh lah, udah sering kan liat yang bedebat intonasinya tinggi banget, ini debat atau ngajak ribut?

Keempat, debat itu untuk penonton adalah agar dapat mendengarkan opini dari dua sisi, bukan untuk mencari kejelekan lawan. Kalau cuma mau cari kejelekan lawan, cukup pantengin TL dan feed social media aja tiap hari, ya gak? :) Atau dengan adanya debat semakin banyak bahan untuk jelek2in calon yang lain? Jadi lebih banyak mudharat nya kan?

Itulah beberapa alasan saya males nonton debat di tv, toh yang nonton debat biasanya orang-orang yang sudah fanatik dengan pilihannya, jadi pilihannya gak bisa diganggu gugat lagi. Bener juga kata Paulo Coelho, "Don’t waste your time with explanations, people only hear what they want to hear"

Sekian dari saya, selamat ber hari Selasa. Peluk cium untuk kucing disebelah anda… Meooowwww… >^..^<

The Groups

A group of deer is called a herd,

a group of fish a school,

a group of bats a colony,

a group of turkeys a flock,

a group of bees a swarm,

a group of alligators a congregation,

a group of clams a bed,

a group of frogs an army,

a group of penguins a rookery,

a group of hyenas a clan,

a group of lions a pride,

a group of wolves a pack,

a group of coyotes a band,

a group of rhinos a crash,

and a group of crows a murder.

I think those were very useful information. Now you know why we call it “Prideland” :)

The good thing about me being stressed out and angry is I started making cute pictures. Here&#8217;s Olly. He can&#8217;t stand being bullied. Especially by dumb people who think they&#8217;re &#8216;oh so smart&#8217;. Just remember, diatas langit masih ada langit
Drawing done by: AI CS 5 

The good thing about me being stressed out and angry is I started making cute pictures. Here’s Olly. He can’t stand being bullied. Especially by dumb people who think they’re ‘oh so smart’. Just remember, diatas langit masih ada langit

Drawing done by: AI CS 5 

Another elephant creation. I call it.. Hidden Elly 😁😍 #elephant #graphicdesign #illustration #pastel #hiddenpicture #camouflage

Another elephant creation. I call it.. Hidden Elly 😁😍 #elephant #graphicdesign #illustration #pastel #hiddenpicture #camouflage